Selamat-kan diri

Semilir suara angin menemani

perjalananku dari kota ke kota.

Menerawang jauh perjalanan yang tak kunjung

kutemui jalan untuk pulang.

Pelan aku sembunyikan suara tangis sesenggukan

dilawan oleh volume speaker yang tingginya

berlebihan, seolah membantu.

Mari bersama-sama kita ucapkan selamat untuk

semua kehidupan yang baru.

rayakan sebagaimana mestinya karena yang ada 

saat ini adalah persembahan dari masa lalu.

Sekali lagi, Selamat!

Komentar