Jangan dulu roboh.

Jika kamu tak sengaja tersesat dan membaca tulisan ini, aku ingin bilang terimakasih untuk tetap bernafas sampai detik kini. Terimakasih atas kemauanmu untuk tetap bertahan dan berjuang melawan bangsatnya hidup dan realitas.


Aku tertegun menyadari betapa mahirnya dunia membuat kita kecewa dan terluka. Ribuan ekspektasi tak terpenuhi dan pedihnya rasa sendiri nan sepi, agaknya, meski berdarah-darah bisa kau hadapi. Walau aku tak paham bagaimana rasanya, tapi aku cukup yakin kalau itu bukan main sakitnya.

Barangkali aku bukan orang yang lebih tahu, lebih berpengalaman, dan lebih bijaksana. Tapi yang pasti Tuhan menciptakan kita sama-sama resah. Maka, apabila di depan nanti taring hidup hendak mengoyak mimpi kita, ayo hadapi bersama. Aku tak berjanji, tapi semoga aku selalu ada.

Komentar