Catatan sebelum kepulangan.

Ketika aku sakit, aku diperiksa oleh dokter.

Aku sebut ia maha tahu.
Tapi, kali ini ia begitu kejam
memvonis usiaku hanya sampai lima tahun ke depan, jika pola hidupku tidak beraturan.

Jujur saja, semenjak ada tiga benjolan yang muncul di beberapa titik tubuhku.
pikiranku mulai kacau, setiap hari rasanya tak karuan.

Namun, jika penyakit terus aku pikirkan, tak ada peluang kemenangan yang akan kurebut.
tiga hari lalu aku coba untuk ikhlas menerimanya, mulai kembali mengkonsumsi obat yang diberi dokter walau aku tahu reaksinya tak seberapa.

Aku akan menyatakan refleksiku hari ini untuk lima tahun ke depan,

Halloo, dokter yang kejam.
Sebelumnya terimakasih sudah mengingatkan perihal bahaya mengkonsumsi alkohol dan rokok yang berlebihan. kini, aku tahu penyakitnya tak sebercanda itu.

Jika vonismu salah, Aku akan mencarimu dok, membelikan makanan atau minuman yang kau suka, hanya itu.

Jika vonismu benar, maafkan aku yang telah membuatmu repot menuliskan surat rujukan, resep obat-obatan. maafkan aku yang telah berbohong padamu bahwa sampai saat ini aku masih menghisap rokok meskipun tak sebanyak waktu aku masih merasa sehat walafiat.

Aku rasa sudah cukup, segala bentuk perasaanku sudah aku tuliskan di bagian ini. Selanjutnya segala bentuk perasaan sedih, susah, senang akan kunikmati sendiri. Bersama arah aku akan selamat walaupun tanpa tujuan!

Komentar