Akhir Pernyataan

Pada akhirnya semua orang, termasuk saya dan kamu, memerlukan teman. Yang mampu memastikan bahwa dirimu sangat berharga melebihi yang kamu pikirkan. Yang mampu menghargai setiap usaha yang kamu lakukan. Yang tak hanya membuat kamu menuntut kebaikan-kebaikan darinya, tetapi juga membuat dirimu selalu memberikan yang terbaik untuknya. 

Pada akhirnya semua orang, termasuk saya dan kamu, memerlukan teman. Untuk mengisi fragmen-fragmen hidup yang tak bisa secara egois kamu jalani sendiri. Entah itu merencanakan yang hendak dilakukan atau membicarakan yang sudah dikerjakan. Karena kamu berhak diapresiasi dan berhak memperoleh evaluasi atas salah-salah yang tak sengaja kau torehkan.

Pada akhirnya semua orang, termasuk saya dan kamu, memerlukan teman. Yang bisa menemukan tawa pada setiap kata. Yang mampu membuka cerita dari segala frasa. Dengannya, kamu bisa terlibat dalam pembicaraan panjang dan kosong tanpa arah, untuk sekedar memperpendek malam yang seharusnya bisa begitu lama ketika tanpa kisahnya. 

Pada akhirnya semua orang, termasuk saya dan kamu, memerlukan teman. Yang bisa membuat kamu merasa tak sendiri. Yang tak pernah membiarkan sepi sedetikpun punya kesempatan untuk menghampiri. Yang selalu bisa menguatkan kamu menjalani kerasnya hidup. Bisa menghadirkan senyum dalam getir dan bisa menemukan duka dalam tawa sandiwaramu. 

Pada akhirnya semua orang, termasuk saya dan kamu, memerlukan teman. Yang peka dan hampir selalu bisa menerka kecamuk badai yang merundung hatimu, pikiran serta perasaanmu. Mungkin, ia tak bisa melakukan apa-apa terhadapnya. Melainkan hanya duduk, meluangkan barang satu atau dua jamnya untuk kamu, mendengarkan segala ocehan, keluhan, dan terkadang juga sesenggukanmu. Untuk sekedar menanti badai menjadi gerimis-gerimis kecil atau bahkan berubah cerah. Ia sangat paham, bahwa terkadang kamu tak butuh dinasihati sekatapun, melainkan hanya butuh didengarkan. 

Pada akhirnya semua orang, termasuk saya dan kamu, memerlukan teman. Yang begitu bawel dan menyebalkan mengomentari ini itu tentangmu, hanya karena tak mau ada pandangan-pandangan buruk orang lain terhadapmu. Ia bisa menjadi lebih berisik daripada Ibumu. Bertingkah menyebalkan di hadapanmu, tapi selalu membanggakan dirimu dan kisah-kisah heroik tentangmu di hadapan orang lain. Ia yang sangat cerewet mengatur segalanya, karena tak mau kamu salah membuat pilihan-pilihan. Walau terkadang, ia pun tak yakin apakah pilihannya itu benar atau sebaliknya.

Pada akhirnya semua orang, termasuk saya dan kamu, memerlukan teman. Tak perlu banyak. Satu tak masalah, asalkan ia bisa hadir di saat kamu membutuhkan dirinya. Sudahkah kamu menemukannya? jika sudah, bersyukurlah.

Komentar

Posting Komentar