Bagi beberapa orang barangkali saya adalah buku terbuka yang membiarkan siapa saja membacanya. Betapa tidak, saya kerap menuliskan perasaan saya dan mempersilakan orang lain mengetahuinya. Setiap saya ditanya mengenai tips menulis, pesan utama saya adalah: jadilah jujur dan tulis apa saja yang ingin kamu tulis. Karena itu pula, sebenarnya saya hanya punya sedikit rahasia.
Menurut saya, rahasia adalah salah satu hal di alam semesta yang mampu membuat seseorang merasa sendirian dan sangat kesepian. Sesuatu yang diketahui dan dimiliki, tetapi disimpan dan disembunyikan dari manusia lainnya. Maka, semakin banyak seseorang memiliki rahasia, ia akan kian merasa asing dalam hidup.
Rahasia dipendam karena seseorang merasa orang lain tak punya cukup pemahaman untuk mengerti. Misalnya, saat saya masih kecil, saya selalu merahasiakan nilai-nilai ujian di bawah enam. Dengan berbagai cara, saya berusaha memusnahkan kertas ujian itu dengan membuangnya atau beralasan “Tidak dibagikan oleh guru” setiap orang tua bertanya. Saya takut kalau-kalau Ayah atau Mama tahu, mereka akan marah dan menjewer telinga saya.
Rahasia adalah sesuatu yang mungkin, jika diketahui, akan membuat seseorang bersikap lain dan berbeda. Saat saya kasmaran cinta monyet dengan teman sekelas di sekolah dasar dulu, saya tak pernah menyampaikan perasaan itu padanya (bahkan sampai hari ini). Alih-alih, saya bersikap tak peduli dan bahkan sering sengaja menjahilinya. Padahal dalam hati jelas tak begitu: saya senang saat kita pulang sekolah bersama dan menangis saat lulus SD karena akan berpisah dengannya. Tapi saya saat itu tak punya keberanian untuk memberitahunya, karena lebih takut ia akan berubah sikap membenci saya daripada takut cinta monyet saya tak terutarakan.
Karena itu, yang lebih sulit daripada menyimpan rahasia adalah menemukan orang lain yang bisa membuatmu berbagi rahasia. Seseorang yang mempersilakan kamu menjadi rapuh di depannya. Seseorang yang mengetahui sesuatu tetapi tak berubah sikapnya padamu. Beberapa rahasia saya mungkin akan saya bagikan ke seseorang suatu saat, beberapa lainnya saya bawa sampai mati agar terkubur bersama diri ini nanti.
Tetapi manusia tetaplah manusia. Dalam kasus saya sendiri setidaknya, di tengah-tengah buku terbuka yang bisa kamu baca bebas itu, ada beberapa lembar tulisan yang sudah saya sobek agar siapapun tak membacanya. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi salah satu dari rahasia saya yang sedikit itu: saya mengagumimu dan kehabisan cara menyampaikannya.
Komentar
Posting Komentar